Pendidikan Seksual Pada Anak Sekolah Dasar Sebagai Upaya Pencegahan Patologi Sosial

Muhammad Irwan Santoso* -  Universitas Islam Negeri Palangkaraya
Nor Fatmah, S.Psi, M.Si - 

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan psikoedukasi pendidikan seksual sebagai upaya pencegahan patologi sosial pada anak sekolah dasar. Fokus penelitian ini dipilih karena pentingnya pendidikan preventif terkait pemahaman tubuh, batasan diri, dan interaksi sosial yang sehat di tengah perkembangan sosial dan digital yang semakin luas sehingga anak rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual maupun perilaku menyimpang. Penelitian menggunakan desain eksperimen semu (quasi experimental design) dengan pendekatan pretest–posttest yang melibatkan anak sekolah dasar kelas IV hingga VI sebagai subjek penelitian yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi selama kegiatan psikoedukasi berlangsung. Pelaksanaan psikoedukasi dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahapan, meliputi pemberian pretest, pengenalan fungsi tubuh, edukasi batasan diri dan pencegahan kekerasan seksual, penggunaan metode interaktif, ice breaking edukatif, serta evaluasi melalui posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak setelah diberikan intervensi, yang terlihat dari kenaikan rata-rata nilai pretest sebesar 4,6 menjadi 9,6 pada posttest. Anak-anak juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai privasi tubuh, keberanian menolak tindakan yang tidak pantas, serta kesadaran dalam menjaga diri ketika menghadapi situasi berisiko. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi pendidikan seksual yang disampaikan melalui pendekatan komunikatif dan interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman serta sikap preventif anak sebagai langkah awal mencegah berkembangnya patologi sosial.

Full Text:

PDF

References


Iwan Bangsawan dan Yusria Yusria, “Pendidikan Seks bagi Anak Usia Dini dalam Persepsi Orang Tua,” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6, no. 6 (2022): 7045–7057, https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2502.

Dwi Hastuti, “Peran Media Digital dalam Membentuk Perilaku Anak Usia Dini,” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 5, no. 1 (2021): 120–130, https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.541.

Makbul M., Yahya Alfarizi Muhammad, dan Dewi Saputri Sussang, “Patologi Sosial dalam Tinjauan Pendidikan Islam dan Solusinya,” Bacaka: Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. 1 (2021): 53–63, https://ejournal-bacaka.org/index.php/jpai/article/view/15.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan 2023 (Jakarta: Komnas Perempuan, 2023), https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/siaran-pers-komnas-perempuan-tentang-peluncuran-catatan-tahunan-kasus-kekerasan-terhadap-perempuan-tahun-2023.

Tati Solehati, Henny Suzana Mediani, dan Cecep Eli Kosasih, “Pendidikan Kesehatan Reproduksi pada Anak untuk Mencegah Kekerasan Seksual: Systematic Review,” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 7, no. 4 (2023): 4128–4143, https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.5139.

Jenal Abidin, Siti Nurhayati, dan Asep Saepudin, “Membangun Perisai Perlindungan Anak Melalui Pendidikan Seksual Sejak Dini,” Society: Community Engagement and Sustainable Development 2, no. 1 (2024), https://doi.org/10.62515/society.v2i1.909.

Vania Ardelia et al., “Psikoedukasi Bijak Bermedia Sosial untuk Meningkatkan Responsible Internet Use di Dunia Maya pada Siswa SMUN 3 Kediri,” Transformasi dan Inovasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat 4, no. 1 (2024): 42–47.

Mahatma Acintya Dhyatmika, Hermahayu, dan Aning Az Zahra, “Psychoeducation through Storytelling, Movement, and Song to Enhance Learning Concentration in TPA Children, Pakis, Magelang,” Jurnal Psikologi Teori dan Terapan 15, no. 2 (2024): 136–151.

Mimin Ninawati dan Sri Lestari Handayani, “Pengaruh Pendidikan Seksual dalam Pembelajaran terhadap Perilaku Kekerasan Seksual Siswa Kelas VI,” Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar 2, no. 2 (2018): 217–223, https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JISD/article/view/13791.

N. K. Sari dan D. R. Pratiwi, “Pendidikan Seksual pada Anak Usia Dini,” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 3, no. 1 (2019): 233–240, https://obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/301.

Tri Endang Jatmikowati, Ria Angin, dan Ernawati, “Model dan Materi Pendidikan Seks Anak Usia Dini Perspektif Gender untuk Menghindarkan Sexual Abuse,” Jurnal Cakrawala Pendidikan 34, no. 3 (2015), https://doi.org/10.21831/cp.v3i3.7407.

Juliette Pepita Felicia dan Weny Savitry S. Pandia, “Persepsi Guru terhadap Pendidikan Seksual Anak Usia Dini Berdasarkan Health-Belief Model,” Jurnal Pendidikan Anak 6, no. 1 (2017): 71–82, https://doi.org/10.21831/jpa.v6i1.15682.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2017), https://books.google.co.id/books?id=0xmCnQAACAAJ.

Dian Lestari, “Pengaruh Edukasi Kesehatan Reproduksi terhadap Pengetahuan Anak Sekolah Dasar,” Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jpki/article/view/18745.

Siti Zulaekah, “Pendidikan Gizi dengan Media Booklet terhadap Pengetahuan Gizi,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, https://journal.unnes.ac.id/nju/kemas/article/download/2808/2864.

Dewi Sari Rochmayani, “Metode Role Play melalui Pendidik Sebaya terhadap Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi,” Journal of Health Education, https://journal.unnes.ac.id/sju/jhealthedu/article/view/18818.

Douglas Kirby, “The Impact of Sex Education on the Sexual Behaviour of Young People,” United Nations Department of Economic and Social Affairs (2008), https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18346659/.




DOI: https://doi.org/10.24952/bki.v8i1.19894

Refbacks

  • There are currently no refbacks.





View My Stats