Isbat Nikah dalam Perspektif Maqashid Syari’ah al-Syatibi: Studi di Pengadilan Agama Pekanbaru

Helmi Cendra* -  Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia
Jumni Neli -  Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia

Abstract


Suatu perkawinan dapat dikatakan sebagai perbuatan hukum apabila dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975. Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan menyatakan bahwa perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya, sedangkan ayat (2) menegaskan bahwa setiap perkawinan wajib dicatatkan. Namun, dalam praktiknya masih banyak terjadi nikah siri dengan berbagai faktor penyebab, sehingga memunculkan permohonan isbat nikah di Pengadilan Agama Pekanbaru yang tidak seluruhnya dikabulkan oleh majelis hakim. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach), serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengabulan permohonan isbat nikah pada perkara Nomor 21/Pdt.P/2025/PA.Pbr sejalan dengan maqasid syariah al-Syatibi karena memberikan perlindungan terhadap lima unsur pokok (al-daruriyat al-khams), yaitu perlindungan agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), keturunan (hifz al-nasl), harta (hifz al-mal), dan akal (hifz al-‘aql). Sementara itu, putusan NO pada perkara Nomor 19/Pdt.P/2025/PA.Pbr bertujuan untuk menekan praktik poligami siri dan menegakkan ketertiban administrasi perkawinan, namun berpotensi mengabaikan perlindungan hak-hak istri dan anak yang lahir dari perkawinan tersebut sehingga kurang sejalan dengan tujuan maqasid syariah. Oleh karena itu, hakim dalam memutus perkara isbat nikah diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek formal hukum, tetapi juga mempertimbangkan aspek kemaslahatan, keadilan, dan perlindungan hak-hak para pihak sesuai dengan tujuan syariat Islam.

Keywords


Isbat Nikah, Maqasid Syariah al-Syatibi, Pengadilan Agama

Full Text:

PDF

References


Abidin, Mukhlis. “Metodologi Pemahaman Syari’ah (Analisis Muqaddimah Kitab Al-Muwafaqat Karya Asy-Syatibi).” YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam 8, no. 2 (2018): 299–314. http://dx.doi.org/10.21043/yudisia.v8i2.3241

Afrianti, Dian, Helwan Kasra, and Arief Wisnu Wardhana. “Penyelundupan Hukum Perkawinan Anak Dibawah Umur Melalui Pengesahan Nikah Di Pengadilan Agama Baturaja (Studi Analisis Pasal 7 Ayat (3) Huruf (e) Kompilasi Hukum Islam).” JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana 5, no. 1 (2023): 443–62. https://doi.org/10.15642/alqanun.2021.24.1.122-144

al-Syatibi, A Biografi Abu Ishaq. “Bab Xii Pemikiran Ekonomi Abu Ishaq Al-Syatibi (W. 790 H).” Buku Ajar Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam 73 (2018): 196.

Arifin, Zainal. “Perkawinan Beda Agama.” Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman 2, no. 2 (2018): 150–69. https://doi.org/10.35309/alinsyiroh.v2i2.3327

Aziz, Abdul. “Kewajiban Pencatatan Perkawinan Di Indonesia Dalam Perspektif Qowaid Fiqhiyyah Dan Ushul Fiqih.” Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 2025.

Efendi, Jonaedi. “Metode Penelitian Hukum Normatif Dan Empiris Edisi 1,” 2020.

Fuad, Zainul, Muhammad Yadi Harahap, and Abdul Majid Al Faruq. “Perlindungan Hukum Terhadap Muallaf Di Pematangsiantar Perspektif UU No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.” Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat 7, no. 1 (2022): 143–56. https://doi.org/10.47200/jnajpm.v7i1.1151

Hadi, Samsul. “Putusan MK No. 22/PUU-XV/2017 Tentang Permohonan Judicial Review Pasal 7 Ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Usia Perkawinan Dalam Perspektif Maslahah.” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam 11, no. 2 (2020): 174–83. https://doi.org/10.14421/ahwal.2018.11206

Huda, Mahmud, and Noriyatul Azmi. “Legalisasi Nikah Siri Melalui Isbat Nikah,” 2020.

Ja’far, H A Kumedi. Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia. Arjasa Pratama, 2021.

Khaliq, Muhammad Nur, and Aji Pangestu. “Teori Maqasid Syari’ah Klasik (Asy-Syatibi).” Risâlah Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam 11, no. 1 (2025): 149–62. https://doi.org/10.31943/jurnal_risalah.v11i1.1330

Lubis, Rita Annisah. “Pelaksanaan Pencatatan Kelahiran Anak Di Desa Kampung Baru Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal Berdasarkan Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Administrasi Kependudukan Ditinjau Dari Fiqh Siyasah.” UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, 2022.

Ma’mun, Mohamad. “Maqasid Al-Shari’ah Perspektif Abu Ishaq Al-Shatibi.” El-Faqih: Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam 6, no. 2 (2020): 1–17.

Milhan, Milhan. “Maqashid Syari ‘Ah Menurut Imam Syatibi Dan Dasar Teori Pembentukannya.” Al-Usrah: Jurnal Al Ahwal As Syakhsiyah 9, no. 2 (2022). http://dx.doi.org/10.30821/al-usrah.v9i2.12335

MUBAROK, ZAKI. “Rekonstruksi Regulasi Pencatatan Nikah Siri Dalam Kartu Keluarga Perspektif Maqāṣid Asy-Syarīʿah,” n.d.

Nasrulloh, Muhammad, M Fauzan Zenrif, and R Cecep Lukman Yasin. “Isbat Nikah Poligami Ditinjau Dari Maslahah Mursalah Al-Shatiby: Studi SEMA Nomor 3 Tahun 2018.” Al-Qanun: Jurnal Pemikiran Dan Pembaharuan Hukum Islam 24, no. 1 (2021): 122–44. https://doi.org/10.15642/alqanun.2021.24.1.122-144

Nawir, Ahmad. “Perbandingan Sistem Hukum Keluarga Di Indonesia Dan Arab Saudi: Nikah Siri Perspektif Maqasid Al-Syari’ah.” IAIN Parepare, 2024.

Nurwahidah, Dede, Yadi Janwari, and Dedah Jubaedah. “Konsep Pemikiran Ekonomi Dan Maqashid Syariah Perspektif Imam Al-Syathibi.” MAMEN: Jurnal Manajemen 3, no. 3 (2024): 175–89.

Rizkia, Nanda Dwi, and Hardi Fardiansyah. Metode Penelitian Hukum (Normatif Dan Empiris). Penerbit Widina, 2023.

Rohman, Fathur. “Maqasid Al-Syari‘ Ah Dalam Perspektif Al-Syatibi.” Istidal: Jurnal Studi Hukum Islam 4, no. 2 (2017): 163–75. https://doi.org/10.34001/istidal.v4i2.833

Rosidi, Ahmad, Muhammad Zainuddin, and Ismi Arifiana. “Metode Dalam Penelitian Hukum Normatif Dan Sosiologis (Field Research).” Journal Law and Government 2, no. 1 (2024).

Saniah, Nur. Metode Penetapan Hukum Islam: Ushul Fikih, Maqashid Syariah, Dan Dinamika Pemikiran Kontemporer. Pustaka Aksara, 2026.

Saragih, Taufiq Fathur Ronzie, Sahmiar Pulungan, and Adlin Budhiawan. “Hukum Nafkah Mutâ€TM Ah Dan Idah Istri Dalam Perkara Khuluk (Analisis Terhadap Sema No 3 Tahun 2018 Tentang Pemberian Nafkah Idah Dan Mutâ€TM Ah Pada Perkara Cerai Gugat).” Al-Mashlahah Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial 10, no. 01 (2022): 225–38. https://doi.org/10.30868/am.v10i01.2443

Sonafist, H Y. Estimasi Hakim Dalam Penetapan Istbat Nikah. Penerbit NEM, 2023.

Syamsulbahri, Andi, and M H Adama. “Akibat Hukum Perkawinan Beda Agama Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.” AL-SYAKHSHIYYAH Jurnal Hukum Keluarga Islam Dan Kemanusiaan 2, no. 1 (2020): 75–85. https://doi.org/10.35673/as-hki.v2i1.895

Tara, Isma, Puteri Lamsiah, Rezza Pramudipa, Dian Novita Dinata, and Fitri Hayati. “Pemikiran Ekonomi Abu Ishaq Al-Syatibi.” Jurnal Ilmiah Research Student 2, no. 2 (2025): 196–209. ttps://doi.org/10.61722/jirs.v2i2.5442

Zainuddin, Ahmad. “Konstruksi Pemikiran Abu Ishaq Al-Syatibi.” JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication 4, no. 02 (2024): 67–87. https://doi.org/10.33754/jadid.v4i02.1306

Zatadini, Nabila, and Syamsuri Syamsuri. “Konsep Maqashid Syariah Menurut Al-Syatibi Dan Kontribusinya Dalam Kebijakan Fiskal.” Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah 4, no. 1 (2019).




DOI: https://doi.org/10.24952/almaqasid.v12i1.18651

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.