MEMAHAMI HADITS TENTANG MENINGGALKAN SHALAT MENJADIKAN SESEORANG KAFIR DARI PERSPEKTIF ULAMA HADITS DAN FIKIH

Mohamad Zakky Ubaid Ermawan (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia)
Mohamad Fadil Akbar Islamy (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang)
Kasuwi Saiban (Universitas Merdeka Malang)

Abstract


Al-Quran sudah menjelaskan bagaimana pentingnya ibadah shalat, dan meletakkan shalat menjadi ritual Islam yang pertama dan utama. Shalat adalah suatu ibadah yang sudah sepatutnya menjadi fokus utama dalam menjalankan kehidupan orang-orang Islam. Namun pada kenyataannya, seiring kemajuan zaman, tampaknya mulai banyak yang melalaikan ibadah shalat. Padahal Nabi Muhammad SAW. pernah bersabda bahwa batas antara seorang muslim dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat. Hadits tersebut adalah hadits shahih. Artikel ini bertujuan untuk mengingatkan orang-orang muslim agar lebih memperhatikan ibadah shalatnya, dengan menyajikan pendapat-pendapat ulama hadits maupun ulama fikih mengenai hadits Nabi Muhammad SAW. tersebut. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka. Kesimpulan yang dapat ditarik dari artikel ini adalah bahwasanya perkara meninggalkan shalat dapat dilihat dari dua sisi; sisi pertama yaitu mengingkari kewajiban shalat, sisi kedua yaitu tidak mengerjakan shalat namun tetap meyakini kewajiban shalat. Pada sisi pertama, sudah dapat dipastikan bahwa dia adalah kafir. Dan pada sisi kedua, tentu banyak sekali perbedaan terkait menjadikan kafir atau tidak. Bahkan ada yang mengatakan bahwa tetap wajib untuk dibunuh apabila tidak segera melakukan shalat. Namun perlu diingat bahwa meskipun tidak kafir, maka dia tetap berdosa dan harus tobat. Sungguh tidak ada perbedaan antara umat Islam dengan non-Islam apabila umat Islam tersebut tidak mengerjakan shalat.


Keywords


Meninggalkan shalat; memahami hadits; ulama hadits; ulama fikih.

Full Text:

PDF

References


Al-Amīn, Muhammad. Al-Kawkab Al-Wahhāj Sharḥ Ṣaḥīḥ Muslim. 1st ed. 26 vols. Mekkah: Dār Al-Manhāj, 2009. shamela.ws/index.php/book/18268.

Al-‘Azīz, Fayṣal Bin ‘Abd. Taṭrīz Riyāḑ Aṣ-Ṣāliḥīn. 1 vols. Riyadh: Dār Al-‘Āṣimah Li An-Nashr Wa At-Tawzī‘, 2002. سhamela.ws/index.php/book/21543.

Al-Jabbār, Ṣahīb ‘Abd. Al-Jāmi‘ Aṣ-Ṣaḥīḥ Li As-Sanan Wa Al-Masānīd. 38 vols., 2014. shamela.ws/index.php/book/13251.

Al-Khaṭṭabī, Abū Sulaymān Ḥamd. Ma‘ālim As-Sanan: Sharḥ Sunan Abī Dāud. 1st ed. Aleppo: Al-Maṭba‘ah Al-‘Ilmiyyah, 1932. shamela.ws/index.php/book/1442.

Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah. 45 vols. Kuwait: Kementerian Wakaf dan Urusan Islam, 2006. shamela.ws/book/11430.

Al-Qārī, Abū Al-Ḥusn Nūr Ad-Dīn Al-Mulā Al-Harawī. Mirqāt Al-Mafātīḥ Sharḥ Mishkāt Al-Maṣābīḥ. 1st ed. 9 vols. Beirut: Dār Al-Fikr, 2002. shamela.ws/index.php/book/8176.

An-Nasā’ī. As-Sunan Aṣ-Ṣughrā Li An-Nasā’ī. 9 vols. Aleppo: Maktub Al-Maṭbū‘āt Al-Islāmiyyah, 1986.

An-Nawawī, Abū Zakariyā Yahyā Bin Sharaf. Al-Manhāj Sharḥ Ṣaḥīḥ Muslim Bin Al-Ḥajjāj. 2nd ed. 18 vols. Beirut: Dār Iḥyā’ At-Turāth Al-‘Arabī, 1972. shamela.ws/index.php/book/1711.

As-Suyūṭī, Jalāl Ad-Dīn ‘Abd Ar-Raḥman. Qūt Al-Mughtadī ‘Alā Jāmi‘ At-Tirmidhī. 2 vols. Mekkah: Jāmi‘ah Umm Al-Qurā, 2003. shamela.ws/index.php/book/7562.

At-Tirmidhī, Muhammad Bin ‘Īsā. Sunan At-Tirmidhī. 6 vols. Beirut: Dār Al-Gharb Al-Islāmī, 1998.

Bidin, Hasna Bin, Mohd Nor Firdaus Bin Omar, Mohd Nazari Khalid Abu Samah, and Kamaludin Bin Rashidi. “Hukum Meninggalkan Solat Fardu Antara Kufur Dan Fasiq: Analisis Dalil Berdasarkan Mazhab Empat.” E-Journal of Islamic Thought and Understanding 2 (2019).

Hana, Novia, Melly Romanda, and Widari Widari. “ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT DALAM PANDANGAN KITAB TANBIHUL GHAFILIN.” JURNAL DIALOKA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Dakwah Dan Komunikasi Islam 2, no. 1 (June 30, 2023): 1–29. https://doi.org/10.32923/dl.v2i1.3499.

Ibrāhīm, ‘Alī Bin, Abū Al-Ḥasn, and ‘Alā’ Ad-Dīn Ibn Al-‘Aṭṭār. Al-‘Iddah Fī Sharḥ Al-‘Umdah Fī Aḥādīth Al-Aḥkām. 1st ed. 3 vols. Beirut: Dār Al-Bashā’ir Al-Islāmiyyah Li Aṭṭibā‘ah Wa An-Nashr Wa At-Tawzī‘, 2006. shamela.ws/index.php/book/14224.

Lāshiyan, Mūsā Shāhīn. Fatḥ Al-Muna‘am Sharḥ Ṣaḥīḥ Muslim. 1st ed. 10 vols. Dār Ash-Shurūq, 2002. shamela.ws/index.php/book/13960.

Machi, Lawrence A., and Brenda T. McEvoy. The Literature Review: Six Steps to Success. Third edition. Thousand Oaks, California: Corwin, 2016.

Mājah, Ibn. Sunan Ibn Mājah. 5 vols. Dār Ar-Risālah Al-’Ālamiyyah, 2009.

Mūsā, Muḥammad Bin ‘Alī Ādam Bin. Al-Baḥr Al-Muḥīṭ Ath-Thajjāj Fī Sharḥ Al-Imām Muslim Bin Al-Ḥajjāj. 1st ed. 1 vols. Dār Ibn Al-Jawzī, 2014. shamela.ws/index.php/book/148870.

Muslim. Shahih Al-Muslim. 5 vols. Beirut: Dar Ihya’ At-Turats Al-’Araby, n.d. shamela.ws/index.php/book/1727.

Qur’an Kementerian Agama. Kementerian Agama Indonesia, n.d. quran.kemenag.go.id/.

Ṣālih, Muḥammad Bin. Sharḥ Riyāḑ Aṣ-Ṣāliḥīn. 6 vols. Riyadh: Dār Al-Waṭn Li An-Nashr, 2005. shamela.ws/index.php/book/9260.

Sulaymān, Abū Dāud. Sunan Abī Dāud. 4 vols. Beirut: Al-Maktabah Al-’Aṣriyyah, n.d. shamela.ws/index.php/book/1726.

‘Umar, Ibn Al-Mulaqqin Sirāj Ad-Dīn Abū Ḥafṣ. At-Tawḑīḥ Li Sharḥ Al-Jāmi‘ Aṣ-Ṣaḥīḥ. 1st ed. 36 vols. Damaskus: Dār An-Nawādir, 2008. shamela.ws/index.php/book/13252.




DOI: https://doi.org/10.24952/alfawatih.v4i2.9668

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Flag Counter


Diterbitkan Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Jalan T. Rizal Nurdin Km, 4,5 Sihitang Padangsidimpuan

image host

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

StatCounter - Free Web Tracker and Counter