ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PEDAGANG BAKSO MENETAP DI PANYABUNGAN

Mufidah Nasution* -  Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Indonesia

Abstract


Di era modern, dunia usaha terus berkembang, termasuk di Indonesia. Masyarakat semakin mengikuti tren yang ada, dan salah satu usaha yang paling diminati adalah bisnis makanan terutama bakso. Bakso juga merupakan usaha yang diminati dan menjanjikan di Panyabungan Mandailing Natal. Hal ini yang menyebabkan munculnya pedagang- pedagang bakso baru yang akan mempengaruhi pendapatan pedagang bakso lainnya. Perbedaan pendapatan ini disebabkan oleh berbagai aspek terutama pada persaingan yang ketat, penurunan daya beli konsumen akibat kondisi ekonomi yang tidak stabil, dan kebersihan juga menjadi perhatian dalam usaha bakso menetap di Panyabungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan pedagang bakso menetap di Panyabungan, dan untuk mengetahui perbedaan pendapatan sesama pedagang bakso menetap di Panyabungan. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif. Sedangkan, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian komparatif. Populasi pada penelitian ini adalah pedagang bakso menetap di Panyabungan. Sedangkan, Sampel yang digunakan penelitian ini adalah sampel jenuh. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Angket, Studi Kepustakaan, dan Studi Dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah data primer. Hasil penelitian ini adalah pendapatan pedagang bakso menetap di Panyabungan dilihat dari lokasi, tempat, pelayanan, harga dan pendapatan yang cenderung lebih stabil memungkinkan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih konsisten. pendapatan 7 pedagang bakso menetap di panyabungan memiliki rata-rata pendapatan perbulan Rp.3.000.000 – Rp.30.000.000, pedagang bakso menanti dan bakso mas rudi memiliki rata-rata pendapatan perbulan Rp.3.000.000 – Rp.4.000.000, pedagang bakso metal dan bakso samudera memiliki rata-rata pendapatan perbulan Rp.10.000.000, pedagang bakso mas katiun, bakso cah solo, dan bakso kayu jati memiliki rata-rata pendapatan perbulan Rp.30.000.000.

Keywords: Pendapatan, Pedagang, Bakso Menetap

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Karimuddin, dan dkk. (2022) Metode Penelitian Kuantitatif. Aceh: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

Febryati, Hastina, dan Cep Deden Muchroji. (2015) “Studi Komparatif Perbedaan Total Penjualan (Omset) Pedagang Bakso Menetap dan Pedagang Bakso Keliling di Kota Pematangsiantar.” Jurnal Umsu.

Hardani, dan dkk. (2020), Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.

Harmoko, Asrida. (2018), “Analisis Komparatif Tingkat Pendapatan Usaha Kuliner Suku Jawa Dan Makassar (Studi Pada Usaha Warung Bakso di Kecamatan Rappocini).” Skripsi, UIN Alauddin.

Harpiana. (2022) “Analisis Perbandingan Pendapatan Pedagang Sayur Keliling Dengan Pedagang Sayur yang Menetap di Pasar Tradisional Andi Tadda Palopo.” Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Palopo.

Hidayatiningsih, Eka Nurainy. (2020), “Analisis Pendapatan Pedagang Sayur Keliling Dan Pedagang Sayur Menetap Di Kota Palangka Raya.” Skripsi, IAIN Palangkaraya.

Kimbo. “Mengenal Sekilas Sejarah Tentang Bakso.” Https://kimbo.id/berbagi- inspirasi/mengenal-sekilas-sejarah-tentang-bakso/, 15 April 2023.

Rahman, Novia. (2020), “Analisis Perbandingan Pendapatan Pedagang Ikan Laut Keliling Dan Pedagang Ikan Laut Menetap Di Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara.” Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis.

Suviani, Siti, dan dkk. (2023), “Analisis Perbandingan Pendapatan Pedagang Sayur Keliling Dan Pedagang Sayur Menetap Di Kelurahan Pagesangan Kota Mataram.” Jurnal Astina Mandiri.

Syafruddin, dan dkk. (2020), “Studi Komparasi Pendapatan Pedagang Pasar Keraton Sebelum Dan Setelah Rekolasi.” Jurnal Ekonomi dan Bisnis.

Wahyuni, Molli. (2020), Statistik Deskriptif untuk Penelitian Olah Data Manual dan SPSS Versi 25. Yogyakarta: Bintang Pustaka


Refbacks

  • There are currently no refbacks.