Judicial Discretion and Joint Property Interpretation at Banten PTA: Analyzing Justice, Contribution, and Legal Adaptation

Karmawan karmawan* -  Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia
Oneng Nurul Bariyah -  Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia
Yahaya Niwae -  Fatoni University, Thailand
Hendra Pertaminawati -  Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia
This study aims to analyze the role of judicial discretion in interpreting the division of joint property (gono-gini) in the Banten High Religious Court (PTA), with a focus on factors of fairness and contribution. Formal norms such as Article 97 of the Compilation of Islamic Law (KHI), which stipulates a 50:50 division, are often inadequate when faced with unequal economic and non-economic contributions, bad faith, and the socio-economic vulnerability of the weaker party. This study uses a content analysis method on appeal decisions from 2021-2025, supplemented by a review of Islamic law literature and Maqasid al-shari'ah. The results of the study indicate that judges use discretion to adjust the distribution proportion based on actual contributions, the child's best interests, and the principle of benefit. The maqāṣid al-sharī‘ah framework serves as a normative basis that binds deviations to remain proportional and oriented towards substantive justice. The findings also emphasize the need for interpretive guidelines, gender-friendly evidentiary standards, and strengthening mediation and prenuptial education to reduce disparities in decisions. This study concludes that judicial discretion is not merely a technical freedom, but a teleological instrument for realizing adaptive and inclusive justice in the Indonesian religious court system.

Keywords : Court Decisions, Joint Property, Religious High Court

  1. Abd. Basit Misbachul FitriKesetaraan Dan Kepemilikan Harta Benda Dalam Perkawinan Perspektif Fikih Dan Hukum Positif Indonesia. (2016). Kesetaraan Dan Kepemilikan Harta Benda Dalam Perkawinan Perspektif Fikih Dan Hukum Positif Indonesia. 01, 1–23.

    Abd. Wahab Khallaf. (1972). Masadir at-Tasyrī’ al-Islami fīma la Nassa fīha. Beirut: Dar al-Qalam.

    Abdul manan. (2004). “Peranan Peradilan Agama dalam Perspektif Pembaharuan Hukum Islam: Studi Kasus Terhadap Putusan-putusan di Lingkungan Peradilan Agama DKI Jakarta”, Disertasi.

    Abdurrahman. (1992). Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Jakaarta: Akademika Pressindo.

    Ade Irwina Safitri, Zulis Mariastutik, & Muhammad Andri. (2022). Pembagian Harta Gono Gini Menurut Perspektif Hukum Islam. Justicia Journal, 11(1), 13–23. https://doi.org/10.32492/jj.v11i1.11102

    Aripin, M. (2016). Eksistensi Urf dalam Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Al-Maqasid, 2(1), 207–219.

    Az-Zuhaili, W. (1984). Al-Fiqh al-Islami wa Adilatuhu (IV). Beirut: Dar al-Fikr.

    Bahwa dalam persidangan terbukti tanah dan rumah yang disengketakan oleh Penggugat (istri) dan Tergugat (suami) adalah merupakan fasilitas kredit Penggugat sebagai Karyawan Bank Mandiri. Putusan Pengadilan Agama Tangerang Nomor: 120/Pdt.G/2023/PA. Tgr. (n.d.).

    Beberapa putusan Harta Bersama Pengadilan Agama di Wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Banten. (n.d.).

    Cik Hasan Bisri. (1999). Kompilasi hukum islam dan peradilan agama dalam sistem hukum nasional. Jakarta: logos wacana ilmu.

    Dep P dan K. (2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakaarta: Balai Pustaka.

    Djalil, H. A. B. (2010). Peradilan Agama di Indonesia: Gemuruhnya Politik Hukum (Hukum Islam, Hukum Barat, dan Hukum Adat) dalam Rentang Sejarah Besama Pasang Surut Lembaga Peradilan Agama Hingga Lahirnya Peradilan Syariat Islam Aceh. Jakarta: Kencana.

    Efrinaldi, E., Jayusman, J., Hidayat, R. H., & Bunyamin, M. (2022). Pembagian Harta Bersama Istri Turut Mencari Nafkah Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif Di Indonesia. El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law, 2(2), 82–104. https://doi.org/10.24042/el-izdiwaj.v2i2.11041

    Gugatan mengenai harta bersama dari Penggugat dapat dikabulkan. Bahwa berdasarkan Pasal 97 KHI, harta bersama harus dibagi dua antara suami istri masing-masing memiliki ½ bagian. Bahwa dalam perkara ini Pengadilan Agama tidak menerapkan Pasal 97 KHI. Putu. (2023).

    Happy Susanto. (2008a). Pembagian Harta Gono-Gini saat Terjadinya Perceraian, Pentingnya Perjanjian Perkawinan untuk Mengantisipasi Masalah Harta Gono-Gini,. Jakaarta: Visimedia.

    Happy Susanto. (2008b). Pembagian Harta Gono Gini Saat Terjadi Perceraian, Pentingnya Perjanjian Perkawinan Untuk Mengantisipasi Masalah Harta Gono Gini (1st ed.). Jakaarta: Visimedia.

    Hariati, S., & Salat, M. (2013). the Injustice of Distributing Marital Property ( Harga Gini Gono ) in Divorce Cases. 448–463.

    Harta yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama, sehingga pada saat terjadi perceraian harta bersama tersebut dibagi sama rata antara bekas suami dan istri. (2023).

    Hasbi Ash Shiddieqy. (1964). Peradilan Dan Hukum Acara Islam. Bandung: PT. Al-Ma;arif.

    Hidayaturrahman, H. (2022). Ijtihad Maslahah Mursalah Tentang Harta Bersama Dalam Rumusan Hukum Perkawinan di Indonesia. Bayani, 2(2), 128–148. https://doi.org/10.52496/bayaniv.2i.2pp128-148

    Islam, U., Sunan, N., Djati, G., Bandung, K., Barat, J., Sururie, R. W., … Barat, J. (2023). Bentuk Dan Pola Penyelesaian Sengketa Harta Bersama Di Indonesia Negara Republik Indonesia sebagai negara hukum yang berdasarkan Pancasila dan normatif yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan masyarakat , khususnya yang ter. (1), 53–69.

    Janah, S. (2023). Eksistensi ‘Urf Sebagai Metode Dan Sumber Hukum Islam. Al-Manar: Jurnal Agama Dan Pendidikan Islam, 1(1), 1–12. Retrieved from https://journal.unusida.ac.id/index.php/almanar/article/view/875

    Kadenun. (2018). Istihsan sebagai Sumber dan Metode Hukum Islam. Jurnal Qalamuna, 10((2)), 1–3. Retrieved from https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/qalamuna/article/view/146

    Law, I., Review, W. B. H., & Url, S. (2014). content in a trusted digMiddle East Studies Association of North America ( MESA ) Authority , Continuity and Change in Islamic Law by WAEL B . HALLAQ Review by : Bernard Haykel Published by : Middle East Studies Association of North America ( MESA )ital a. 39(2), 202–204.

    Limbong, P. H., Siregar, S. A., & Yasid, M. (2023). Pengaturan Hukum Dalam Pembagian Harta Bersama Perkawinan Menurut Hukum Perdata Yang Berlaku Saat Ini Di Indonesia. Jurnal Retentum, 5(2), 177. https://doi.org/10.46930/retentum.v5i2.1346

    M. Yahya Harahap. (2009). Kedudukan Kewenangan dan Acara Peradilan Agama UU No. 7 Tahun 1989. Jakaarta: Sinar Grafika.

    Maspeke, A. S., & Khisni, A. (2017). Kedudukan Harta Bersama Dalam Perkawinan Menurut Fiqih Dan Hukum Positif Indonesia Serta Praktek Putusan Pengadilan Agama. Jurnal Hukum Khaira Ummah, 12(2), 173.

    Melinda, N., & Sakirman, S. (2023). Pemahaman Masyarakat Tentang Harta Bersama Perspektif Hukum Positif Indonesia. Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(2), 141. https://doi.org/10.32332/syakhshiyyah.v3i2.7512

    Mesraini, M. (2014). Konsep Harta Bersama dan Implementasinya di Pengadilan Agama. AHKAM:Jurnal Ilmu Syariah, 12(1), 59–70. https://doi.org/10.15408/ajis.v12i1.980

    Muhammad, H. S. (2022). Analisis Yuridis Pembagian Harta Gono Gini Berdasarkan Kontribusi Suami Istri Selama Perkawinan. Jurnal Restorasi Hukum, 5(2), 143–153. https://doi.org/10.14421/jrh.v5i2.2354

    Mushafi, M., & Faridy, F. (2021). Tinjauan Hukum atas Pembagian Harta Gono Gini Pasangan Suami Istri yang Bercerai. Batulis Civil Law Review, 2(1), 43. https://doi.org/10.47268/ballrev.v2i1.473

    Mustaghfiroh, S., & Melinda, N. (2022). Pemanfaatan Harta Bersama Dalam Perkawinan Perspektif Kompilasi Hukum Islam dan Hukum Positif. Syakhsiyah Jurnal Hukum Keluarga Islam, Vol 2(:1), hlm 121. Retrieved from http://journal.iaincurup.ac.id/index.php/alistinbath/article/view/195.

    Najih, A., Santoso, B., Studi, P., & Kenotariatan, M. (2024). Kedudukan Harta Bersama Setelah Terjadi Perceraian di Pengadilan Agama Lumajang. Notarius, 17(1), 266–279.

    Nawawi, K. (2018). Harta Bersama Menurut Hukum Islam dan Perundang-undangan di Indonesia. Mizan: Journal of Islamic Law, 1(1), 1–16. https://doi.org/10.32507/mizan.v1i1.104

    Pradoto, M. T. (2014). Aspek Yuridis Pembagian Harta Bersama Dalam Perkawinan (Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Perdata). Jurisprudence, 4(3), 85–91. Retrieved from http://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/IQTISHOD/

    R. Subekti. (1995). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Edii revisi. Jakarta: Pradnya Paramitha.

    Retno Wulan Sutantio. (1997). Hukum Acara Perdata Dalam Teori Dan Praktik. Bandung: Mandar Maju.

    Rinnanik. (2016). Penyelesaian Sengketa Harta Bersama Melalui Putusan Hakim. ISTINBATH : Jurnal Hukum, 13, 233–244.

    Risky, B. (2020). Konsep Pembagian Harta Bersama Menurut Hukum Islam Dan Undang-Undang Perkawinan. Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies, 2(1), 63–74. https://doi.org/10.32505/lentera.v2i1.2115

    Salenda, K. (2013). Kehujjahan Istihsan dan Implikasinya dalam Istinbat Hukum. Al-Daulah, 1(2), 8–19.

    Sayuti Thalib. (2009). Hukum kekeluargaan Indonesia : berlaku bagi umat Islam. Jakarta: UI-Press.

    Soekanto, S. (2005). Hukum Adat Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

    Sulfan Wandi, S. W. (2018). Eksistensi ‘Urf dan Adat Kebiasaan Sebagai Dalil Fiqh. SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 2(1), 181. https://doi.org/10.22373/sjhk.v2i1.3111

    Suryo Febyanti, D. (2022). Prinsip Keadilan Pada Pembagian Harta Bersama Setelah Berakhirnya Perkawinan. HUKMY : Jurnal Hukum, 2(1), 14–26. https://doi.org/10.35316/hukmy.2022.v2i1.14-26

    Syarifuddin, A. (2006). Hukum Perkwinan Islam di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Kencana.

    Wahyono Darmabrata. (2003). Tinjauan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Beserta Undang-Undang dan Peraturan Pelaksanaannya. Jakarta: CV Gitama Jaya.

    Wahyudi, F. (2021). Interpretasi Pasal 97 KHI tentang Pembagian Harta Bersama dalam Perspektif Maqashid Syariah. Pengadilan Agama Bangil, 1–20. Retrieved from https://pa-bangil.go.id/article/interpretasi-pasal-97-khi-tentang-pembagian-harta-bersama-dalam-perspektif-maqashid-syariah

    Yahya Harahap. (1986). Hukum Perkawinan Nasional. Meedan: CV. Rajawali.

    Yani, S. A. (2019). KONSEP HARTA SEUHAREKAT (Suatu Kajian Normatif Antara Hukum Islam dan Undang-undang). Syarah: Jurnal Hukum Islam &Ekonomi, 1–18. Retrieved from https://journal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/syarah/article/download/224/87

    Zubaidi, Z. (2021). Maslahah dalam Putusan Hakim Mahkamah Syar`iyah di Aceh Tentang Perkara Harta Bersama. El-Usrah, 4(1), 198–215. https://doi.org/10.22373/ujhk.v4i1.10080

Open Access Copyright (c) 2025 Karmawan karmawan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

FITRAH: Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman
Published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Indonesia
Jl. T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang, Kota Padang Sidempuan
Phone: 0634-22080
Website: http://jurnal.uinsyahada.ac.id/index.php/F/
Email: fitrah@uinsyahada.ac.id