Representasi Ideologi NU dan Muhammadiyah dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan (Kajian Semiotika John Fiske)
Abstract
Abstract
This study examines the representation of Nahdlatul Ulama (NU) and Muhammadiyah ideologies in the novel Kambing dan Hujan by Mahfud Ikhwan using John Fiske’s semiotic approach. Employing an interpretative paradigm with a qualitative method, the analysis applies three interconnected levels of meaning reality, representation, and ideology to the same social-religious practices depicted in the novel. The findings show that at the level of reality, ideological differences between NU and Muhammadiyah are manifested through concrete religious practices such as the performance of qunut in the Subuh prayer, variations in tarawih prayer cycles, methods of determining Islamic holidays, Qur’anic learning systems, and ritual traditions. At the level of representation, these practices function as social symbols that construct group identity, social boundaries, and ideological labeling, particularly through the symbolism of two mosques and everyday dialogues among characters. At the ideological level, the novel reveals the contestation between traditionalism and modernism while simultaneously articulating an ideology of religious moderation that emphasizes tolerance, coexistence, and social harmony. Overall, Kambing dan Hujan represents ideological differences not as a source of permanent conflict, but as a cultural reality that can be reconciled through humanistic and inclusive values.
Keywords: Ideological Representation, John Fiske’s Semiotics, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah
AbstrakPenelitian ini mengkaji representasi ideologi Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan dengan menggunakan pendekatan semiotika John Fiske. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretatif dengan metode kualitatif. Analisis dilakukan melalui tiga level pemaknaan yang saling terintegrasi, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi, yang diterapkan secara bersamaan pada praktik-praktik keagamaan yang sama dalam teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level realitas, perbedaan ideologi NU dan Muhammadiyah tampak melalui praktik ibadah konkret seperti qunut Subuh, perbedaan jumlah rakaat salat tarawih, penentuan hari raya, metode pembelajaran Al-Qur’an, serta tradisi ritual keagamaan. Pada level representasi, praktik-praktik tersebut berfungsi sebagai simbol sosial yang membentuk identitas kelompok, batas sosial, dan pelabelan ideologis, yang direpresentasikan antara lain melalui simbol dua masjid dan dialog antartokoh. Pada level ideologi, novel menampilkan kontestasi antara tradisionalisme NU dan modernisme Muhammadiyah, sekaligus menghadirkan wacana moderasi beragama yang menekankan toleransi, koeksistensi, dan harmoni sosial. Secara keseluruhan, Kambing dan Hujan merepresentasikan perbedaan ideologi keagamaan bukan sebagai sumber konflik yang absolut, melainkan sebagai realitas sosial yang dapat dipertemukan melalui nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
Kata Kunci: Representasi Ideologi, Semiotika John Fiske, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah
Full Text:
PDFReferences
Alimam, M. (2022). NU dan Muhammadiyah: Perbedaan dan Persamaan. NU Dan Muhammadiyah: Perbedaan Dan Persamaan, 1, 45–60. https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/alimam/article/download/53/53
Aswidaningrum, R., Chasanah, I. N., & Arimbi, D. A. (2017). Tumpang-Tindih Konflik dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan ( The Overlapping Conflicts in Mah fud Ikhwan ’ s Kambing dan Hujan ). 17(1), 141–156.
Bagus, S. (2009). Analisis Struktur Naratif Novel Lamafa Karya Fince Bataona Menurut Teori Tzvetan Todorov. 1–10.
Dilan, F., Analisis, D., John, S., & Haqqu, R. (2022). REPRESENTASI TERORISME DALAM DUA ADEGAN. 18(1), 67–80.
Fiske, J. (1987). Television Culture (Methuen (ed.)). Routledge. https://books.google.co.id/books/about/Television_Culture.html?hl=id&id=L2GIAgAAQBAJ&redir_esc=y
Moelong. (2018). METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF. Remadja Karya.
https://books.google.co.id/books?id=YXsknQEACAAJ
Neuman. (2014). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches.
Ramdhoni, A. (2016). Semiotik Metodelogi Penelitian. https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=gs2qDwAAQBAJ&oi=fnd &pg=PA10&dq=metode+penelitian+semiotika&ots=80uPag9K6K&sig=I1io wXwlpdCSxbjFhqtNfnmKCI4&redir_esc=y#v=onepage&q=metode penelitian semiotika&f=false
Sabarini, M. (2021). John Fiske’s Semiotic Analysis in The Spotlight Film. Channel: Jurnal Komunikasi, 9(2), 165–172. https://doi.org/10.12928/channel.v9i2.21590
Salmin. (2025). Jurnal Pendidikan Integratif Jurnal Pendidikan Integratif. 6(2), 482–506.
Sukma, A. (2017). Kajian Sosiologi Sastra dan Nilai Toleransi pada Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan serta Relevansinya dengan Materi Ajar Apresiasi Sastra di SMA Kelas XII.
Taufik. (2019). Representasi Diferensiasi Sosial pada Novel Kambing & Hujan Karya Mahfud Ikhwan dan Relevansinya dalam Pembelajaran Sosiologi Sastra di Perguruan Tinggi. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 2(1), 166–175.
Zakiyah. (2017). Muhammadiyah dan NU: Penjaga Moderatisme Islam di Indonesia. 1(1), 79–94.
DOI: https://doi.org/10.24952/hik.v20i1.19320
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Hikmah
HIKMAH
JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM TERINDEX OLEH :
SEKRETARIAT JURNAL HIKMAH
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi
Jl. H.T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan Telp. (0634)22080.
