Pengaruh Ipm, Pdrb Per Kapita, Dan Jumlah Pengangguran Terhadap Jumlah Penduduk Miskin Provinsi Sumatera Utara
Latar belakang dalam penelitian ini adalah karena adanya ketidaksesuaian teori dengan fakta lapangan yang ada. Adapun fenomena IPM yang terjadi yaitu pada tahun 2020 angka IPM meningkat akan tetapi jumlah kemiskinan juga meningkat. Fenomena yang terjadi pada PDRB yaitu tahun 2020 PDRB per kapita meningkat sedangkan jumlah kemiskinan juga meningkat. Sedangkan fenomena yang terjadi pada pengangguran yaitu tahun 2020 jumlah pengangguran mengalami penurunan akan tetapi jumlah kemiskinan juga meningkat. Teori yang dibahas peneliti terkait dengan bidang ilmu Ekonomi. Pendekatan teori ini juga berkaitan dengan masalah yang diteliti yaitu indeks pembangunan manusia, PDRB per kapita, pengangguran dan kemiskinan serta pendukung teori lainnya.
Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data skunder. Adapun analisis yang digunakan adalah estimasi regresi fixed effect model, uji normalitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji hipotesis, dan koefisien determinasi (R2) dengan pengolahan data menggunakan software eviews versi 9.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara parsial tidak berpengaruh terhadap jumlah kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara. PDRB per kapita secara parsial berpengaruh terhadap jumlah kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara. Jumlah pengangguran secara parsial berpengaruh terhadap jumlah kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara. Indeks Pembangunan Manusia (IPM), PDRB per kapita dan jumlah pengangguran secara simultan berpengaruh terhadap jumlah kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara.
Kata Kunci : Indeks Pembangunan Manusia, Pengangguran, Kemiskinan, PDRB Per Kapita