Pengaruh Konservatisme Akuntansi dan Good Corporate Governance (GCG) Terhadap Kualitas Laba Pada PT. Garuda Indonesia TBK

Irfan Arya Rambe* -  UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Indonesia

Penelitian ini dilakukan pada PT Garuda Indonesia Tbk  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Terjadinya Manipulasi laporan keuangan yang dilakukan PT Garuda Indonesia pada tahun 2018 yang dimana PT Garuda mencatatkan keuantungan atau profit sebesar Rp. 72,5 M dan setelah di audit kembali pada tanggal 26 Juli 2019 ternyata PT Garuda Indonesia Tbk mencatatkan kerugian atau Net loss sebesar Rp. 2,4 T dan fenomena pada Koservatisme akuntansi  dan GCG terhadap Kualitas laba dalam kurun waktu 2011-2021. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak setiap kejadian empiris sesuai dengan teori yang ada. Dimana teori menyatakan konservatisme akuntansi merupakan prinsip kehati hatian dalam menuyusun laporan keuangan tetapi tidak semua perusahaan yang mengatakan bahwa Konservatisme dapat meningkatkan kualitas laba. Dan GCG merupakan prinsip perusahaan yang dimana GCG (komisaris independen) merupakan pihat yang tidak terafiliasi dengan pemegang saham pengendali, anggota direksi dan dewan komisaris lain dari perusahaan itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konservatisme akuntansi dan GCG terhadap kualitas laba PT Garuda Indonesia Tbk.

            Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan data sekunder dengan teknik pengambilan sampel purposive samplingdengan jumlah sampel sebanyak 44 sampel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa studi kepustakaan dan dokumentasi, dan teknik analisis data yang dipakai yaitu uji statistik deskriptif, uji normalitas, uji asumsi klasik terdiri dari(uji multikolinearitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas), uji regresi linier berganda, uji hipotesis (yang terdiri dari: uji parsial (uji t), uji simultan (uji f), dan uji determinasi R2 dengan bantuan sofware SPSS 24.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konservatisme akuntansi dan GCG berkontribusi sebesar 30,8 persen terhadap kualitas laba sedangkan 69,2 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Adapun konservatisme akuntansi secara parsial tidak berpengaruh  terhadap kualitas laba yaitu thitung> ttabel sebesar -2.711 <0,68052, dan ada pengaruh GCG secara parsial terhadap kualitas laba yaitu thitung> ttabel sebesar  4,397 >0,68052. Ada konservatisme akuntansi dan GCG secara simultan terhadap kualitas laba yaitu Fhitung>Ftabel sebesar 10,581 > 3,32.

 

Kata Kunci : Good Corprate Governance, Konservatisme Akuntansi, Kualitas Laba

  1. Alfini Maryanti Liu, Irwansyah dan Fakhroni. (2016). Peran Agency Cost Reduction Dalam Memediasi Hubungan Antara Corporate Social Responsibility Dengan Nilai Perusahaan. Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, Volume 18(2).
  2. Arifin. (2005). Peran Akuntan Dalam Menegakkan Prinsip Good Corporate Govermance Pada Perusahaan DiIndonesia. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
  3. Asep Saepul Hamdi dan Bahruddin. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi dalam Pendidikan. Deepublish.
  4. Badriyah Rifai. (2019). Peran Komisaris Independen Dalam Mewujudkan Good Corporate Govermance Di Perusahaan Publik. Jurnal Hukum, Volume 16(3).
  5. Boedi Abdullah and Beni Ahmad Saebani. (2014). Metode Penelitian Ekonomi Islam (Muamalah). CV. Pustaka Setia.
  6. Dedi Kusmayadi, Rudiana, Dedi dan Jajang Badruzaman. (2015). Good Corporate Governance. LPPM Universitas Siliwangi.
  7. Djaali. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif. Bumi Aksara.
  8. Endang Widi Winani. (2018). Teori Dan Praktik Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, PTK, R&D. Bumi Aksara.
  9. Enni Savitri. (2016). Konservatisme Akuntansi. Pustaka Sahila.
  10. Ernie Hendrawati. (2017). Excess Cash Dalam Perspektif Teori Keagenan. CV. Anugrah Utama Raharja.
  11. Ferry Sandria. (2022). Deretan Skandal Lapkeu DI Pasar Saham RI, Indofarma-Hanson,” (https://www.cnbcindonesia.com), (Diakses 30 Juni 2022, Pukul 10.30 WIB).
  12. Fivi Anggaraini dan Ira Trisnawati. (2008). Pengaruh Earning Manajemen Terhadap Konservatisme Akuntansi. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, Volume 10(1).
  13. Hans Hananto Andreas. (2017). Konservatisme Akuntansi Di Indonesia. Jurnal EkonomiDan Bisnis, Volume 20(1).
  14. Hayatum Nufus. (2019). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerapan Conservatic Principle Dalam Akuntansi Pada Perusahaan Industri Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Islamic Accounting, Volume 2(1).
  15. Hendryadi Suryani. (2015). Metode Riset Kuantitatif Teori Dan Aplikasi. Kencana.
  16. Mudrajad Kuncoro. (2009). Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi Edisi 3. Erlangga.
  17. Sandra Wolf. (2017). Signaling Family Firm Identy. Springer Fachmedien Wiesbaden.
  18. Silvia Indrarini. (2019). Nilai Perusahaan Melalui Kualitas Laba (Good Governance dan Kebijakan Perusahaan). Scopindo Media Pustaka.
  19. Sofyan Safri Harahap. (2016). Analisis Kritis Atas Laporan keuangan. Kencana.
  20. Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta.
  21. Sukardi Laksamana. (2005). BUMN Indonesia: Isu, Kebijakan, Dan Strategis. PT Elex Media Komputindo.