PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, TINGKAT KESEHATAN DAN PENDIDIKAN TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Imam Wahyudi Hasibuan* -  Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Indonesia
Kamaluddin Kamaluddin -  Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Indonesia
Ali Hardana -  Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Indonesia

Jumlah penduduk Kota Pontianak tahun 2017 meningkat dibandingkan tahun 2016, sedangkan jumlah penduduk miskin Kota Pontianak tahun 2017 menurun. Angka harapan hidup Kabupaten Sanggau tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun 2017, sedangkan jumlah penduduk miskin Kabupaten Sanggau tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun 2017. Rata-rata lama sekolah Kabupaten Ketapang tahun 2017 meningkat dibandingkan tahun 2016, sedangkan jumlah penduduk miskin Kabupaten Ketapang tahun 2017 meningkat dibandingkan tahun 2016. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada pengaruh jumlah penduduk, tingkat kesehatan dan pendidikan terhadap kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah jumlah penduduk, tingkat kesehatan dan pendidikan berpengaruh terhadap kemiskinan. 

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah teknik sampel jenuh. Populasi dan sampel penelitian ini adalah data kemiskinan, jumlah penduduk, tingkat kesehatan dan pendidikan 5 Kabupaten 2 Kota Provinsi Kalimantan Barat tahun 2016-2021. Variabel dalam penelitian ini adalah jumlah penduduk (X1), tingkat kesehatan (X2), pendidikan (X3) dan kemiskinan (Y). Uji analisis data yang digunakan yakni: uji statistik deskriptif, uji normalitas, uji data panel, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, uji hipotesis, uji koefisien determinasi, analisis regresi berganda. 

Hasil dari penelitian menunjukkan nilai probabilitas t-statistic variabel jumlah penduduk sebesar 0,7317 > 0,05 maka secara parsial jumlah penduduk tidak berpengaruh terhadap kemiskinan H01 diterima, Ha1 ditolak. Nilai probabilitas t-statistic variabel tingkat kesehatan sebesar 0,5402 > 0,05 maka secara parsial tingkat kesehatan tidak berpengaruh terhadap kemiskinan H02 diterima, Ha2 ditolak. Nilai probabilitas t-statistic variabel pendidikan sebesar 0,3992 > 0,05 maka secara parsial pendidikan tidak berpengaruh terhadap kemiskinan H03 diterima, Ha3 ditolak. Sedangkan nilai probabilitas F-statistic sebesar 0,094156 > 0,05 maka variabel jumlah penduduk, tingkat kesehatan dan pendidikan tidak berpengaruh secara simultan terhadap kemiskinan H04 diterima, Ha4 ditolak.

 

Kata Kunci: Jumlah Penduduk, Tingkat Kesehatan, Pendidikan, Kemiskinan