PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN QRIS SEBAGAI TRANSAKSI NON TUNAI DI KOTA PADANGSIDIMPUAN (Studi Kasus Pada Masyarakat Kecamatan Padangsidimpuan Utara)

April Yani Marbun* -  Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Indonesia
Rama Dinata -  Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
Irna Wati -  Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat terhadap penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat transaksi non tunai di Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital dalam system pembayaran yang semakin pesat serta upaya Bank Indonesia dalam mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) melalui QRIS. Meskipun QRIS telah banyakdigunakan dalam aktivitas transaksi sehari-hari, masih terdapat masyarakat yang belum memahami cara penggunaan, manfaat, dan keamanan transaksi digital tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan field research (penelitian lapangan). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 50 orang yang terdiri dari pedagang dan konsumen di Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap penggunaan QRIS masih tergolong kurang paham. Sebagian masyarakat hanya mengetahui QRIS sebagai alat pembayaran non tunai melalui scan QR Code menggunakan smartphone, tetapi belum memahami secara menyeluruh mengenai prosedur penggunaan, manfaat, dan keamanan transaksi digital. Masyarakat yang memahami penggunaan QRIS umumnya berasal dari kalangan usia muda yang lebih aktif menggunakan teknologi digital, sedangkan masyarakat lanjut usia cenderung lebih memilih transaksi tunai karena dianggap lebih mudah dan aman.Rendahnya pemahaman masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu keterbatasan pengetahuan, minimnya pengalaman menggunakan teknologi digital, faktor sosial dan budaya yang masih terbiasa menggunakan uang tunai, kurangnya sosialisasi, serta faktor usia. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan sosialisasi dari lembaga perbankan yang lebih intensif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan QRIS sebagai alat transaksi non tunai.

Kata Kunci: Pemahaman Masyarakat, QRIS, Transaksi Non Tunai.




DOI: https://doi.org/10.24952/jsb.v7i1.20893

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEKS JURNAL

 

 

TIM REDAKSI

Editor In Chief

 Managing Editor

 Editorial Board

Reviewer

It Support Team

  • Nofinawati, MA, SINTA ID 6190151 Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Indonesia

 

 

Creative Commons License 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

ISSN Print:  2809-8781

ISSN Online:  2827-9344

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN
Jalan T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan, Sumatera Utara,  Indonesia

Email: journalofshariabanking@uinsyahada.ac.id