Retorika Aristotelian Sebagai Kerangka Kompetensi Da'i dalam Mengatasi Distorsi Kebenaran Era Post-Truth

charis zain fathoni* -  universitas islam negri prof.k.h.saifuddin zuhri purwokerto, Indonesia
abdul basit -  Universitas Islam Negeri Prof.K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
ismail ismail -  Universitas Islam Negeri Prof.K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

Abstract


Fenomena era post-truth telah mengubah secara mendasar dinamika dakwah Islam dalam masyarakat digital. Dalam konteks ini, kebenaran objektif kehilangan otoritasnya seiring dominannya narasi emosional dan opini subjektif dalam ruang publik. Artikel ini membahas kompetensi da’i dalam merespons tantangan epistemologis, etis, dan komunikatif yang ditimbulkan oleh fenomena tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis literatur yang relevan tentang kompetensi Dai, komunikasi persuasif, dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dakwah di era post-truth menuntut model kompetensi integratif yang meliputi tiga dimensi yaitu epistemik-rasional (logos), emosional-humanis (pathos), dan etis-digital (ethos). Ketiga kompetensi ini memungkinkan da’i tidak hanya menyampaikan ajaran Islam secara rasional dan empatik, tetapi juga menjaga integritas moral pesan dakwah di tengah ruang digital yang algoritmis dan penuh disinformasi. Figur seperti KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha’) dengan kekuatan logos, Ustadz Abdul Somad (UAS) dengan daya pathos, serta Habib Ja’far Al Hadar dengan ethos digitalnya, menjadi representasi konkret dari model kompetensi da’i ideal di era post-truth. Kajian ini berkontribusi terhadap pengembangan konseptual kompetensi da’i dengan menekankan pentingnya integrasi antara kebijaksanaan moral, empati emosional, dan kecakapan literasi digital sebagai fondasi etika komunikasi Islam masa kini.
Kata Kunci: Retorika Aristoteles, Kompetensi Da'i, Era Pasca-Kebenaran & Komunikasi Persuasif

Keywords


Retorika Aristoteles, Kompetensi Da'i, Era Pasca-Kebenaran & Komunikasi Persuasif

Full Text:

PDF

References


Abdul Basit. 2020. Wacana Dakwah Kontemporer. Edisi Revisi. Banyumas: CV. Amerta Media.

Aristotle. Rhetoric. Translated by W. Rhys Roberts. New York: Modern Library, 1954.

Azra, Azyumardi. Islam Substantif: Agar Umat Tidak Menjadi Buih. Bandung: Mizan, 2019.

Edy, S. Post-Truth and Society: Navigating the Age of Misinformation. Jakarta: Pustaka Maju. 2019. 37-39

Fasha Umh Rizky. “Kompetensi Dai Profesional Untuk Berdakwah Di Kalangan Generasi Z.” Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram 2(2). 2024: 313–38. doi:10.55372/tanzhim.v2i2.31.

Gilster, Paul. Digital Literacy. New York: Wiley Computer Publishing, 1997. Goleman, Daniel. Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. New York: Bantam Books, 2018.

Hakim, Fathur Rahman. “Etika Dakwah Digital dan Krisis Moralitas Da’i.” Al-Balagh: Jurnal Dakwah dan Komunikasi 7, no. 1 (2022): 35–49.

Haryanto, Eko. 2021. “Otoritas Keagamaan dan Tantangan Dakwah di Era Post-Truth.” Jurnal Dakwah dan Komunikasi 6(2): 133–147.

Livingstone, Sonia. Media Literacy and the Challenge of Digital Citizenship. London: Routledge, 2021.

Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2018.

Nasrullah, Rulli. Literasi Digital dan Dakwah di Era Media Baru. Jakarta: Kencana, 2020.

Nazira Salsabila Dalimunthe dan Soiman. 2025. “Strategi Dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Medan Tembung Dalam Membangun Citra Positif Islam Di Era Post-Truth”. A S A S W A T A N D H I M. Jurnal Hukum, Pendidikan & Sosial Keagamaan ISSN : 2828-0504 Volume 4 Nomor 2, 249 – 260. DOI: https://doi.org/10.47200/awtjhpsa.v4i2.2873

Nurdin, R., dan Hidayat, F. “Literasi Digital Da’i di Era Disrupsi Informasi.” Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi 16, no. 2 (2022): 145–162.

Nurhaidah, Siti Nuri, Rahmat Hidayat, Riska Ramdani, Deni Rahman, Miftahussa’adah Wardi, Mudrikatul Arafah, and Asep Makmur. 2025. “Etika Dan Tantangan Dakwah Di Era Post Truth Dan Disrupsi.” Moderation | Journal of Islamic Studies Review 5(2): 43–58. doi:10.63195/moderation.v5i2.141

Oxford Dictionaries. (2016). Word of the Year 2016 is post-truth. https://languages.oup.com/word-of-the-year/2016/

Pratama, Rio. “Kompetensi Digital Da’i dalam Dakwah Media Sosial.” Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi 5, no. 1 (2023): 25–39.

Rahmat, Jalaluddin. Psikologi Komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2019.

Rohmah, Farikha, Siti Raudhatul Jannah, and Kun Wazis. 2024. “Komunikasi Dakwah Digital Dalam Penguatan Moderasi Beragama.” Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah) 24(2): 130–48. doi:10.15575/anida.v24i2.40168.

Spencer, Lyle M., and Signe M. Spencer. 1993. Competence at Work: Models for Superior Performance. New York: John Wiley & Sons.

Wardani, Eka. “Media Sosial dan Tantangan Dakwah di Era Post-Truth.” Jurnal Komunikasi Islam 11, no. 2 (2021): 245–260.




DOI: https://doi.org/10.24952/tadbir.v8i1.20691

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 charis zain fathoni, abdul basit, ismail ismail